Jajak Pendapat
bagaimana pendapat anda tentang website resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar
Twitter
Facebook
Baca Berita

KPU Denpasar Gelar Rapat Pokja Sosialisasi, SPIP dan Pembentukan Badan Adhoc

Oleh : kpudps | 27 September 2017 | Dibaca : 526 Pengunjung

Denpasar, kpu-denpasarkota.go.id- Rabu (27/9/17), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menggelar Rapat Pokja Tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Tahun 2017. Rapat pokja yang berlangsung di Aula KPU Kota Denpasar ini dihadiri oleh seluruh pihak terkait. Rapat dibuka oleh Ketua KPU Kota Denpasar, I Gede John Darmawan selaku pengarah dalam kelompok kerja (pokja) pukul 09.00 wita. Selanjutnya, masing-masing penanggungjawab memberikan pemaparan terkait pokja.

Diawali oleh Pokja Pembentukan Badan Adhoc dengan I Gusti Ngurah Agung Dharmayuda (Anggota KPU Kota Denpasar) sebagai penanggungjawab. Pria yang akrab disapa Rah De ini memaparkan tentang SK dan TOR (Term Of Reference) dari Pokja Pembentukan Badan Adhoc. Sembari memaparkan, Rah De juga menjelaskan secara ringkas tugas pokok dan fungsi atau tupoksi dari masing-masing jabatan , waktu pelaksanaan serta rencana kerja pokja tersebut. Salah satu rencana kerja terdekat yang dibahas dalam rapat ini adalah pertemuan dengan kepala desa/lurah untuk mempersiapkan perekrutan badan penyelenggara adhoc. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada awal Oktober 2017. Pokja Pembentukan Badan Adhoc melibatkan pihak eksternal yang berasal dari lembaga dan instansi pemerintah  dalam keanggotaannya yaitu Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) serta Bagian Hukum Pemerintah Kota Denpasar. Regulasi yang belum jelas masih menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan pokja ini. Namun, keterbatasan waktu mendesak pokja untuk lebih aktif turun ke bawah (kecamatan dan desa/kelurahan) mengajak masyarakat berpartisipasi sebagai penyelenggara pemilu. “Kita harus aktif, harus jemput bola karena waktunya mepet, bagaimana caranya PPK/PPS harus terbentuk” tegas Rah De. 

Usai membahas beberapa hal terkait pokja pembentukan badan adhoc, Rah De melanjutkan dengan pembahasan tentang pokja sosialisasi. Berbeda dengan pokja pembentukan badan adhoc, ini rapat yang kedua bagi pokja sosialisasi. Rah De menerangkan tentang jadwal sosialisasi setiap tahapan dalam Pilgub Tahun 2018 ini dengan menayangkan matrik pelaksanaan kegiatan. Pokja sosialisasi akan bekerja sampai dengan akhir tahapan Pilgub 2018 meskipun dalam SK hanya sampai dengan April 2018. Sehingga dokumentasi dan laporan terkait pokja inipun dibuat sampai dengan akhir tahapan. Rah De meminta semua peserta mencermati Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga dapat memberikan masukan tentang rancangan kegiatan sosialisasi yang akan diadakan setiap tahapan.

Rapat terakhir membahas tentang Pokja SPIP. Sebagaimana halnya dengan pokja sosialisasi, inipun rapat kedua bagi pokja SPIP. I Made Raka Suwarna (Anggota KPU Kota Denpasar) sebagai penanggungjawab menyampaikan pokja ini akan dilaksanakan sampai dengan akhir tahapan Pilgub 2018 meskipun dalam SK hanya ditetapkan 4 bulan. Selain itu, Raka meminta agar laporan pokja SPIP dibuat sesuai dengan format dari KPU Propinsi Bali. Inspektorat Pemeritah Kota Denpasar sebagai instansi ekternal yang terlibat dalam pokja ini menanyakan beberapa hal terkait dengan tugas dan kewajibannya. Mengingat dalam rapat sebelumnya  yang bersangkutan berhalangan hadir. Pelaksanaan rapat pokja setiap bulannya sebagaimana instruksi KPU Propinsi Bali diharapkan dapat menjadi wadah dan media mengkomunikasikan segala rencana, tindak lanjut maupun output dari kegiatan di masing-masing pokja. (dm,sm/ppidkpudps)


Oleh : kpudps | 27 September 2017 | Dibaca : 526 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :